Friday, 7 May 2010

matins..

  Dan janganlah kamu cerca benda-benda yang mereka sembah yang lain dari Allah, kerana mereka kelak, akan mencerca Allah secara melampaui batas dengan ketiadaan pengetahuan. Demikianlah Kami memperelokkan pada pandangan tiap-tiap umat akan amal perbuatan mereka, kemudian kepada Tuhan merekalah tempat kembali mereka, lalu Ia menerangkan kepada mereka apa yang mereka telah lakukan- Surah Al An’aam 108
From gallery
Sesudah itu Allah swt. melarang kaum muslimin memaki berhala yang disembah kaum musyrikin untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terjadinya, iaitu maki-makian terhadap Allah yang melampaui batas dari pihak orang-orang musyrikin, kerana mereka adalah orang-orang yang tidak mengetahui sifat-sifat Allah swt. dan sebutan-sebutan yang seharusnya diucapkan untuk-Nya. Maka mungkin terjadi mereka memaki-maki Allah dengan kata-kata yang menyebabkan kemarahan orang-orang mukmin. Dan ayat ini dapat diambil pengertian bahwa sesuatu perbuatan apabila dipergunakan untuk terwujudnya perbuatan lain yang maksiat, maka seharusnyalah ditinggalkan, dan segala perbuatan yang menimbulkan akibat buruk, maka perbuatan itu terlarang. Dan ayat ini memberikan isyarat pula kepada adanya larangan bagi kaum Muslimin bahwa mereka tidak boleh melakukan sesuatu yang menyebabkan orang-orang kafir tambah menjauhi kebenaran. Memaki-maki berhala sebenarnya adalah memaki-maki benda mati. Oleh sebab itu memaki berhala itu adalah tidak dosa. Akan tetapi kerana memaki berhala itu menyebabkan orang-orang musyrik merasa tersinggung dan marah, yang akhirnya mereka akan membalas dengan memaki-maki Allah, maka terlaranglah perbuatan itu.


Allah swt. memberikan penjelasan bahwa Dia menjadikan setiap umat menganggap baik perbuatan mereka sendiri. Hal ini bererti bahwa ukuran baik dan tidaknya sesuatu perbuatan atau kebiasaan, adakalanya timbul dari penilaian manusia sendiri, apakah itu merupakan perbuatan atau kebiasaan yang turun temurun ataupun perbuatan serta kebiasaan yang baru saja timbul, seperti tersinggungnya perasaan orang-orang musyrik apabila ada orang-orang yang memaki berhala-berhala mereka. Hal ini menunjukkan bahwa ukuran untuk menilai perbuatan atau kebiasaan itu baik atau buruk, adalah termasuk persoalan yang ikhtiyari. Hanya saja di samping itu Allah swt. telah memberikan naluri pada diri manusia untuk menilai perbuatan dan kebiasaan itu, apakah perbuatan dan kebiasaan itu termasuk baik ataukah buruk. Sedangkan tugas-tugas Rasul adalah menyampaikan wahyu yang membimbing dan mengarahkan bakat-bakat itu untuk berkembang sebagaimana mestinya ke jalan yang benar agar mereka dapat menilai perbuatan serta kebiasaan itu dengan penilaian yang benar.

Pada akhir ayat ini Allah swt. memberikan penjelasan bahwa manusia keseluruhannya akan kembali kepada Allah setelah mereka mati, yaitu pada hari berbangkit; kerana Dialah Tuhan yang sebenarnya dan Dia akan memberitakan seluruh perbuatan yang mereka lakukan di dunia, dan akan memberikan balasan yang setimpal.

Mengenai sebab turunnya ayat ini diceritakan sebagai berikut: Pada suatu ketika orang-orang Islam memaki-maki berhala, sesembahan orang-orang kafir, kemudian mereka dilarang dari memaki-maki itu. (Riwayat Abdurrazak dari Qatadah))

Menurut keterangan Az Zajjaj bahwasanya orang-orang Islam dilarang melaknati berhala-berhala yang disembah orang-orang musyrik.

Sumber dari - http://erzal.wordpress.com/2008/02/

1 comments:

Rafael Lam said...

I Will respect people have on their religion,
but I do not have any believe in ...

Post a Comment

Related Posts with Thumbnails

Followers